Salah satu tokoh penting dalam pewartaan Kristus adalah Paulus. Lahir dengan nama Saulus di Tarsus, Kilikia, Saulus adalah seorang Yahudi yang berkebangsaan Romawi. Ia seorang yang sangat taat hukum taurat. Pada masa mudanya, ia memburu dan menganiaya orang Kristen. Tidak ada yang tau pasti motivasinya melakukan hal ini, mungkin baginya Yahudi yang berpindah agama adalah mereka yang tidak taat pada hukum Yahudi sehingga mengasosiasikannya dengan penyembah berhala.
Pertobatannya sendiri dimulai ketika ia dalam perjalanan ke Damsyik. Dikatakan ia melihat cahaya sangat terang dan mendengar suara Tuhan sendiri. Kejadian itu membuatnya sempat buta. Meskipun belum percaya pada Yesus sebagai Mesias, ia tetap mematuhi suara itu dan pergi ke Damsyik. Dalam keadaan buta itu, justru ia melihat kebenaran dan karunia untuk percaya kepada Yesus. Dari situlah ia mulai bertobat dan mengganti namanya menjadi Paulus.
Setelah dari Damsyik, ia ke Yerusalem untuk berkenalan dengan rasul di situ. Kemudian ia baru memulai misinya ke barat dengan mulai berkotbah di negara asalnya, Siria dan Kilikia lalu ke banyak wilayah Asia Kecil dan Eropa seperti Makedonia, Yunani, Italia, dan juga Roma. Ia mendirikan beberapa gereja di sana.
Selama menjalankan misinya, Paulus menyadari bahwa khotbahnya menyebabkan orang berpikir bahwa orang bukan Yahudi harus menjadi Yahudi untuk bisa bergabung dengan gerakan Kristen. Untuk menyelesaikan masalah tersebut, Paulus kembali ke Yerusalem dan membuat kesepakatan. Disepakati bahwa Petrus akan menjadi rasul utama bagi orang Yahudi dan Paulus rasul utama orang bukan Yahudi.
Surat-suratnya adalah yang kita kenal sekarang. Cerita tentang hidupnya dan pengajarannya tentang Kristus. Surat-surat ini menjadi bagian penting dari kitab perjanjian baru. Paulus sendiri menulis 7 surat yang dainggap otentik yaitu Roma, 1 Korintus, 2 Korintus, Galatia, Filipi, 1 Tesalonika, dan Filemon. Sedangkan surat-surat lainnya ditulis oleh pengikutnya setelah kematiannya. Dari surat-suratnya, ia diketahui sebagai seorang yang berdedikasi, emosional, pandai dan cerdik, tetapi di atas semua itu ia memiliki komitmen yang tinggi dan penuh gairah untuk Allah, Yesus Kristus, dan misinya sendiri.
Dalam pengajarannya mungkin ada beberapa hal yang dianggap kontroversial, tetapi yang ingin ia wartakan adalah benar Yesus Mesias dan anak Allah yang kematian dan kebangkitannya memberi keselamatan bagi manusia, oleh karena itu orang yang percaya akan dibangkitkan dan hidup bersama Yesus di akhir jaman.
Pada akhir tahun 50-an Paulus kembali ke Yerusalem dan ditangkap karena dianggap membawa seorang non-Yahudi terlalu jauh ke kawasan Bait Suci, dan akhirnya ia dibawa ke Roma dan dieksekusi di sana.
Dirayakan setiap tanggal 29 Juni, Paulus telah mengembangkan kekristenan melalui pengajaran dan tulisannya dari sebuah komunitas kecil menjadi keyakinan yang menyebar luas bahkan sampai ke masyarakat non-yahudi. Sebab itu ia dikenal sebagai santo pelindung misionaris dan penginjil dengan penggambaran patungnya yang membawa pedang sebagai simbol kemartiran dan buku sebagai simbol surat-surat yang ia tulis.
