Gua Maria Pereng, atau juga dikenal sebagai Taman Doa Nazareth adalah sebuah gua maria yang terletak di Dusun Jampelan, Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Berjarak sekitar 10km dari Salatiga, sekarang tempat ziarah ini masuk ke wilayah Stasi St. Yusup Getasan, Paroki St. Petrus dan Paulus Ngablak.
Saat tiba di Gua Maria Pereng, suasana terasa sunyi. Hanya ada beberapa mobil terparkir. Cuaca yang berawan semakin mendukung sejuk dan heningnya gua maria ini. Jarak dari tempat parkir menuju ke gua cukup terjangkau, hanya perlu melewati beberapa anak tangga. Selain itu, di sekitar tempat parkir juga ada beberapa kios makanan yang bisa dinikmati sembari beristirahat ataupun untuk mengisi perut setelah berziarah. Hal kecil lain yang menarik perhatian adalah sebuah kebun kecil yang ditanami alpukat dan lemon.
Melangkahkan kaki di area gua maria, kesunyian semakin terasa. Kebetulan sedang tidak banyak orang yang berkunjung. Hanya suara kicau burung dan hijaunya tanaman yang menyambut. Saat pertama kali masuk ke area doa, ada sebuah hal unik yang menjadi perhatian yaitu patung Bunda Maria itu sendiri. Sangat berbeda dengan patung lainnya, atau barangkali menjadi yang pertama dilihat orang karena memang modelnya jarang untuk ditemui. Ikon patung Gua Maria Pereng ini adalah Bunda Maria yang sedang memegang anggur. Diberkati dan diresmikan oleh Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko pada 1 Desember 2024, ternyata pemilihan ikon patung ini memiliki makna tersendiri. Anggur yang dibawa Bunda Maria adalah penggambaran dan harapan mengenai mukjizat perkawinan di Kana dan posisinya yang dibawah mengesankan bahwa Maria bunda sederhana yang dekat dengan kita. Gua Maria Pereng sempat mengganti patung Bunda Marianya sebelum dilakukan renovasi dan menjadi seperti saat ini. Gua Maria Pereng juga dilengkapi dengan sebuah altar berhiaskan ukiran perjamuan terakhir yang terbuat dari batu. Tempat untuk berdoanya pun cukup luas dengan kanopi, sehingga membuat berdoa semakin nyaman dan khusyuk.
Jika teman-teman ingin mengenang Kisah Sengsara Yesus, jalan salib di gua maria ini bisa menjadi pilihan karena medannya cenderung mudah. Namun begitu, tetap harus berhati-hati karena melewati beberapa tangga yang berpotensi licin saat musim hujan. Jaraknya cukup pendek sehingga bisa menjadi alternatif jalan salib singkat, tetapi tetap tidak mengubah maknanya. Di tempat pemberhentian terakhir, tempat yang tertinggi, dengan dikelilingi rimbunnya pepohonan, berdiri tiga buah salib besar dengan Yesus ditengah-tengahnya, sebuah gambaran tentang Bukit Golgota. Didepannya disediakan beberapa tempat duduk, sehingga memungkinkan untuk berdoa secara khusus dan lebih mendalam.
Tenang dan teduh, begitu kiranya gambaran Gua Maria Pereng ini. Untuk melihat gambaran yang lebih jelas, silakan teman-teman mengunjungi video dari kami.
Informasi lokasi Gua Maria Pereng, Getasan dapat diakses melalui :




