Selain keindahan umbulnya yang terkenal, Klaten juga memiliki destinasi wisata lain yang tidak kalah adem. Menelusuri Kecamatan Bayat, tepatnya di Desa Paseban, ada sebuah gua maria yang cukup sering dikunjungi oleh umat katolik. Beralamat di Jl. Sunan Pandanaran, RT.02/RW.011, Ngaren, Paseban, Kec. Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, gua maria ini memiliki akses yang cukup mudah dijangkau, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun dengan kendaraan umum, meskipun jumlahnya masih terbatas.
Gua Maria Marganingsih ini memiliki cerita latar belakang yang populer dan mengharukan. Menurut kisah yang beredar, gua maria ini awalnya berdiri di tanah milik pasangan Max Somowihardjo dan Maria Margareta Sukepi. Sebelumnya, pasangan ini melakukan ziarah dengan berjalan kaki ke Gua Maria Sendangsono dengan harapan supaya diberi keturunan. Benar saja, akhirnya pasangan ini dikaruniai 12 anak. Tidak hanya itu, salah satu putra mereka pun menjadi pastur Jesuit. Dari situlah mereka mendirikan gua maria yang akhirnya diresmikan pada 27 Oktober 2002 oleh Uskup Agung Semarang kala itu, Mgr. Ignasius Suharyo. Penamaan gua maria ini pun juga memiliki makna tersendiri. Diambil dari dua kata yaitu “Marga” yang berarti jalan dan “Ningsih” yang berarti kasih, Gua Maria Marganingsih diharapkan bisa menjadi jalan yang mengalirkan kasih.
Seperti gua maria pada umumnya, Gua Maria Marganingsih juga dilengkapi patung-patung sebagai sarana devosi. Tentu saja sebagai ikon adalah patung Bunda Maria. Konon, dulu patung Bunda Maria ini pernah dicuri orang sehingga pihak pengelola sempat memasang semacam pagar yang biasanya akan ditutup pada jam tertentu supaya patung tetap aman. Selain patung Maria, ada juga patung Yesus disalib sebagai salah satu permenungan kisah sengsara-Nya. Dapat ditemui juga patung keluarga kudus di Rumah Keluarga Nazareth. Para peziarah, terutama yang sudah berkeluarga bisa berdoa di tempat ini, meminta berkat bagi keluarganya. Selain patung untuk sarana berdoa, gua maria juga dilengkapi dengan tempat misa dan aula yang bisa digunakan untuk berkumpul jika berziarah bersama rombongan.
Tidak lengkap rasanya jika berziarah ke gua maria tanpa menilik jalan salibnya. Karena letaknya yang ada di lereng bukit, jalan salib Gua Maria Marganingsih ini cukup membutuhkan fisik yang prima karena jalannya yang berundak-undak. Meskipun begitu, keindahan alam di setiap pemberhentian yang didominasi pepohonan tinggi akan menjadi penghiburan ditengah lelahnya berjalan. Jalan salib ini menjadi pengingat betapa besar pengorbanan yang telah dilakukan Tuhan sendiri dan diharapkan kita mampu merenungi dan memaknai kisah penderitaan Yesus disalib.
Teman-teman yang ingin mengunjungi, bisa melihat lokasi Gua Maria Marganingsih di link berikut:



