Menjajaki jalan yang lebih ekstrim, kami mendapatkan informasi tentang sebuah gua maria yang meskipun letaknya tidak jauh, tapi baru pertama kali kami dengar. Adalah Gua Maria Sendang Pawitra Sinar Surya, lokasinya ada di Tawangmangu, di daerah naik turun khas pegunungan. Nama yang penuh wibawa ini ternyata sarat akan makna. Bernama Sendang bukan hanya karena lokasinya ada di Dusun Sendang, tetapi juga karena dekat dengan gua maria terdapat sendang yang dulu digunakan oleh para empu untuk membuat keris. Pawitra sendiri berarti tempat untuk menyucikan diri. Meskipun medannya yang agak sulit, sebenarnya gua maria ini letaknya dekat dengan pusat wisata Tawangmagu. Letaknya yang dekat namun sulit ini justru menjadikan ziarah lebih terasa kan?
Ada sebuah cerita yang mengatakan bahwa awal pendirian gua maria ini berasal dari penglihatan umat pada saat melakukan meditasi rutin setiap malam Jumat di Gunung Lawu. Dalam penglihatan tersebut, ada sebuah sorotan cahaya dari langit di atas Gunung Tempurung yang mengenai sebuah pohon. Kebetulan sekali lokasi sekitar pohon itu merupakan lahan kosong. Karena adanya keinginan untuk memiliki tempat ziarah di wilayah itu, akhirnya umat bersepakat untuk patungan membeli lahan sekitar dan menjadikannya sebagai gua maria setelah dilakukan peletakan batu pertama oleh Pastor A. Y. Hardjosudarmo, S.J. pada 1986.
Meskipun awal pendiriannya karena cahaya, gua maria ini sempat mengalami tragedi yang diawali oleh cahaya pula. Setelah beberapa dekade berdiri, pada suatu malam tanggal 14 desember 2011, warga sekitar melihat sebuah cahaya senter di malam hari, mengira itu adalah orang yang sedang berdoa. Esok harinya, tidak disangka kondisi gua maria sudah berantakan! Patung-patung hancur dan hilang, yang terparah adalah patung besar Bunda Maria yang dipenggal kepalanya. Kecewa, marah, sekaligus sedih berkecamuk, pengurus lingkungan melaporkan kejadian ini pada pihak berwajib. Setelah kejadian, gua maria jadi sepi pengunjung, mungkin orang takut apabila kegiatan beribadahnya jadi tidak aman. Dampak lebih lanjutnya gua menjadi tidak terurus. Meskipun tidak tau siapa pelakunya, Gua Maria Sendang Pawitra Sinar Surya optimis membangun diri kembali. Setelah dilakukan perbaikan, akhirnya gua maria memiliki patung Maria baru. Bunda Maria versi India berbahan perunggu yang bertahta apik di tempat sebelumnya. Pelan-pelan gua maria mulai bangkit dan sudah rapi lagi.
Selain patung Bunda Maria India, gua maria ini punya salib millennium dan patung keluarga kudus. Untuk tempatnya sendiri, disediakan pendopo joglo dan juga altar misa. Namun, bagi teman-teman yang ingin misa disini sebaiknya membawa romo sendiri karena dari Paroki St. Pius X belum menyediakan misa khusus yang diselenggarakan di gua maria ini. Juga sendang! Gua Maria Sendang Pawitra Sinar Surya memiliki sendang yang dialirkan melalui keran yang bisa diakses disana.
Seperti yang sudah disebutkan diawal, Gua Maria Sendang Pawitra Sinar Surya ini memiliki medan yang sulit. Untuk teman-teman yang ingin berziarah jalan salib, ada dua pilihan jalan salib, panjang dan pendek. Versi pendek ada di area gua maria, sedangkan versi panjang dimulai dari perjalanan masuk pertigaan jalan menuju gua maria sampai ke gua maria, berjarak kurang lebih 3km dengan medan menanjak. Jadi untuk teman-teman sangat dihimbau untuk menyiapkan diri sebaik mungkin. Ditambah juga dengan kehati-hatian mengingat jalan bisa menjadi sangat licin terutama di musim hujan. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah para peziarah wajib membekali diri dengan cukup, mengingat disekitaran gua maria ini tidak ada warung makan.
Jadi, bagaimana teman-teman? Adakah kerinduan atau bahkan tertantang untuk berziarah di tempat ini? Ayo tulis di kolom komentar tentang ziarah yang paling menantang bagi teman-teman!
Buat teman-teman yang ingin mengunjungi Gua Maria Sendang Pawitra Sinar Surya silakan bisa cek link berikut :


